Di pinggiran kota Jakarta. Tepatnya sekitar daerah Cipulir. Baru beberapa hari aku tinggal di tempat baru. Waktu itu pagi hari ketika aku dan bapak seperti biasa menjalani rutinitas, yaitu BEKERJA. Aku berangkat sekitar pukul 7 pagi dari rumah. Seperti biasa daerah CILEDUG terkenal dengan RAJAnya Macet. Apalagi sepanjang daerah CIPULIR. Ya..waktu itu pertama kalinya aku berangkat kerja dari tempat baru. Karena aku baru saja pindah rumah dari Pusatnya Kota Jakarta, kedaerah Tangerang. Stuck On Cipulir, yups pagi itu jalanan Cipulir macet total seperti BIASA. Tapi, aku yang menemukan suasanan baru sibuk tengok kiri kanan melihat suasana sekitar.
Ada satu pemandangan yg menarik pemandangan ku. Tepatnya di depan Lemigas seberang pasar Cipulir. Segerombol pria-pria (seumuran dengan bapak, bahkan ada yang lebih tua) mereka bergerombol sekitar ada 10 an orang (nggak sempet itung, tapi sekitar segitu mungkin lebih yg belum terlihat). Mereka membawa karung dalam genggamannya. Mereka seperti menunggu. Entah apa yg ditunggu. Berdiri bergerombol tepat di pinggir jalan depan Lemigas. Aku bertanya dalam hati, apa pekerjaan mereka. Aku sempat bertanya pada bapak, tapi bapaktidak tahu.
Sampai tiap pagi aku terus melihat pemandangan yang sama. Dan rasa penasaran semakin membuncah di hati. Sampai pada suatu hari aku melihat mereka mengejar truk-truk yg lewat. Tapi aku tidak tahu mereka mau kemana dan mau apa. Aku melihat tampilan fisik mereka seperti orang yang bekerja keras di bawah sengatan matahari. Tapi aku salut wajah mereka mengeluarkan semburat semangat yang membara. Itu yang membuat ku tertarik memperhatikan mereka.
Itu juga yang membuat semangat ku yang down kalau harus berjuang di tengah kemacetan, membayangkan berbagai tugas yg menumpuk. Tapi sirna sudah melihat semangat yang ada di wajah mereka. Itu membuat ku semakin semangat mengejar masa depan dan untuk tidak lupa melihat kebawah. Untuk selalu bersyukur dengan apa yang telah kita dapat. Dan bersyukur kalau kita lebih beruntung daripada mereka yang kekurangan.
Sahabat, ada yang tau mereka itu pekerja apa?
Jujur aku sangat salut dengan mereka dan para pemburu-pemburu lain yang ada di seluruh penjuru bumi ini. Mereka berjuang untuk kelangsungan hidup keluarga nya dan untuk pengabdiannya kepada Sang Pencipta ALLAH SWT

0 Tanggapan ke “Para Pemburu”